Perselisihan Rekan 1 Tim Paling Terkenal Sejarah Sepak Bola

Liga366today – Beberapa bulan yang lalu, Sadio Mane sempat bersitegang dengan Mohamed Salah kala Liverpool berhadapan dengan Burnley pada bulan Agustus yang lalu. Kala itu, Mane melampiaskan kekesalannya di lapangan karena Salah bertindak egois saat mendapatkan peluang. Mane jelas berdiri bebas dan punya kesempatan mencetak gol lebih baik, tapi Salah justru menembak bola sendiri. Apa yang terjadi antara Salah dan Mane masih belum bisa mengalahkan Perselisihan Rekan 1 Tim yang pernah terjadi sepanjang sejarah sepak bola.

Tidak seperti biasanya, Mane tampak benar-benar marah kepada Salah, bahkan James Milner dan Joe Gomez harus ikut campur menenangkan penyerang Senegal tersebut. Salah, di sisi lain, dianggap egois. Masalah ini memang sudah selesai. Seusai laga, Jurgen Klopp pun menjamin sikap Mane muncul karena panasnya pertandingan. Namun ada beberapa rekan satu tim yang terlibat perselisihan berkepanjangan bahkan saling membenci satu dengan yang lainnya.

Perselisihan Rekan 1 Tim Dalam Sejarah Sepakbola.

Emlyn Hughes vs Tommy Smith (Liverpool)

‘Crazy Horse’ Hughes mengambil kapten dari tangan ‘Iron Man’ Smith pada tahun 1973 ketika nama yang disebut terakhir terlibat perelisihan dengan Bill Shankly. “Itu klub saya,” Smith kemudian mengenang. “Saya sudah berada di sana lebih lama daripada dia. Segala sesuatu dalam hidup saya adalah sepak bola, terutama Liverpool , jadi mengapa saya harus membiarkan si kecil bermuka dua ini merusak kehidupan sepakbola saya?”

Namun, keduanya adalah profesional sejati di lapangan sepakbola, mereka mampu mengesampingkan ketidaksukaan pribadi antara satu sama lain – meskipun ketika Ron Harris membawa Hughes keluar dari Anfield, Smith mengatakan kepadanya, “Saya bisa menyukai Anda.”

Zlatan Ibrahimovic vs Rafael Van Der Vaart (Ajax Amsterdam)

Perselisihan Rekan 1 Tim

Ibrahimovic dan Van Der Vaart merupakan rekan satu tim di Ajax Amsterdam kala itu. Perselisihan Rekan 1 Tim kemudian muncul, ketika Swedia bertemu Belanda dalam pertandingan persahabatan. Van Der Vaart mengalami cedera engkel dan menuntut Ibrahimovic untuk bertanggung jawab atas cedera yang dialaminya.

“Aku tidak sengaja melukaimu, dan kamu tahu itu,” balas Ibra kala itu. “Jika kamu menuduhku lagi, aku akan mematahkan kedua kakimu-dan saat itu akan disengaja.” lanjutnya kemudian. Setelah kejadian ini, Zlatan pindah ke Italia membela Juventus. Van Der Vaart menyusul satu tahun kemudian dengan berlabuh ke klub Jerman Hamburger SV.

Teddy Sheringham vs Andy Cole (Manchester United/Timnas Inggris)

“Saya berjalan ke lapangan, ada sekitar 60.000 orang menonton,” kenang Cole tentang debutnya bersama timnas Inggris kala melawan Uruguay pada tahun 1995. “Sheringham datang. Saya mengharapkan jabat tangan singkat, ‘Semoga beruntung, Coley’ atau suatu hal lainnya. Tapi dia mencibirku, dan dia secara aktif terus menerus mencibrku, tanpa alasan yang pernah akus sadari pada saat itu.”

Sejak saat itu, kedua pemain ini tidak pernah berbicara satu sama lain diluat lapangan. Meskipun begitu, chemsitry diantara keduanya tetap terjalin dengan baik. Seperti yang pernah dikatakan Gary Pallister kepada Cole. “Saya tahu anda tidak berbicara dengan Teddy dan dia tdak berbicara kepada Anda. Tetapi setidaknya Anda bermain dengan baik bersama.” Hal ini bisa dibuktikan dengan perolehan medali yang berhail diraih kedua pemain selama membela tim yang sama.

Lothar Matthaus vs Stefan Effenberg (Jerman) Adalah Perselisihan Rekan 1 Tim Abadi

Kedua gelandang heat ini saling bertikai selama kurun waktu tahun 1990an. Keduanya bertikai baik didalam klub, yaitu Bayern Munchen dan juga di timnas Jerman. Effenberg mengklaim jika Matthaus tidak memiliki keberanian, mengutip kegagalan sang kapten timnas Jerman kala mengambil penalti pada Final Piala Dunia 1990. Sementara Matthaus menyia-nyiakan watu untuk memberi tahu Bayern guna menyingkirkan musuh lamanya. Hal ini terjadi usai The Bavaria dikalahkan Hansa Rostoc pada tahun 2001.

Perselisihan Rekan 1 Tim kemudian berlanjut sampai kedua pemain gantung sepatu. Dalam otobiografinya, Effenberg bahkan mendedikasikan satu bab khusus untuk musuh bebuyutannya itu. Halaman kosong dengan judul: “Apa yang diketahui Lothar Matthaus tentang sepakbola.” Adalah isi dari bab khusus tersebut.

Mauro Icardi vs Maxi Lopez (Sampdoria)

Perselisihan Rekan 1 Tim

Mauro Icardi dan Maxi Lopez adalah sahabat bai ketika kedua pemain sama-sama memperkuat Sampdoria. Namun hubungan baik tersebut berubah setelah Icardi menjalin hubungan terlarang dengan Wanda Nara, yang ketika itu berstatus sebagai Istri Lopez. Setelah keduanya resmi bercerai, Icardi kemudian menikahi Wanda Nara.

Icardi kemudian bergabung dengan Inter Milan tidak lama setelah kejadian tersebut. Eks pemain Barca ini kemudian pindah ke Torino pada tahun 2015. Dirinya menolak untuk menjabat tangan Icardi kala Torino bersua dengan Nerrazzuri dalam pertandingan Serie A.

“Sayangnya hal-hal seperti ini terjadi, itu tergantung pada ketidaktahuanorang-orang tertentu,” ujar Icardi membela diri. “Aku memberikan tanganku. Aku sopan.” Upayanya untuk membela diri dengan membuat tatto bergambar anak Lopez tidak begitu saja diterima publik. Publik menilainya sebagai tindakan yang tidak keren.

John Fashanu vs Lawrie Sanchez (Sheffield Wednesday)

Salah satu tim yang sempat memberikan kejutan setelah mengalahkan Liverpool dalam final Piala FA pada tahun 1988. Dibalik kekompakan dan semangat tim yang tinggi ternyata ada Perselisihan Rekan 1 Tim pada klub ini. Fashanu dan Sanchez berselisih dalam sesi latihan. Fash bahkan menyerang rekannya tersebut dengan pukulan yang bisa menjatuhkan seekor kuda.

“Dari saat pertama, dia tahu siapa aku dan aku tahu siapa dia,” kata Sanchez pedas. Ketika Fashanu ditanya apakah dia punya penyesalan, dia merenung kemudian menjawab: “Tidak menyerang Lawrie Sanchez lebih cepat.”

Masalah Diluar Lapangan Memicu Perselisihan Rekan 1 Tim 

Ruud Van Nistelrooy vs Patrick Kluivert

Perselisihan Rekan 1 Tim

Patrick Kluivert tentu saja menikmati kehidupan malam di Newcastle ketika dirinya membela Newcastle United pada tahun 2004. Nistelrooy yang tidak suka dengan kehidupan malam lantas menyampaikan rasa tidak sukanya kala keduanya bergabung bersama timnas Belanda.

Kluivert terlihat berada di rave Amsterdam setelah pertandingan leg pertama play-off EURO 2004 melawan Skotlandia. Nistelrooy lantas mengkritik rekannya di lini serang Belanda tersebut. “Saya tidak bisa menjadi satu-satunya pemain Belanda yang bisa berbuat banyak dan bermain seorang sendiri di lini depan.”

Pelatih timnas Belanda saat itu, Dick Advocaat melakukan yang terbaik untuk membuat segala sesuatunya kembali berjalan dengan baik. Namun hal itu tidak pernah terjadi.

Perselisihan Rekan 1 Tim Paling Panas Antara Jens Lehmann vs Oliver Kahn (Timnas Jerman)


Kedua penjaga gawang ini terus menerus saling sikut untuk memperebutkan posisi kiper utama Der Panzer. Kahn mengolok-olok Lehmann, ketika posisi kiper utama Arsenal direbut oleh Manuel Almunia. Sementara Lehmann membalas bahwa kapten Bayern Munchen tersebut menganggap dirinya terlalu serius.

“Saya tidak mempunyai pacar berusia 24 tahun. Saya memiliki kehidupan yang berbeda,” ungkit Lehmann tentang hubungan Kahn dengan pelayan bar di Munich. Tidak ada sesuatu apapun yang tidak bisa diselesaikan oleh pertarungan sengit di Oktoberfest.

“Setiap pagi saya bangun, saya tahu itu akan sama. Saya harus bertahan setiap hari sejak dia keluar dari tim dan bahkan sebelum itu. Saya bangun dan saya tahu seperti apa jadinya nanti. “Tapi aku tidak peduli lagi padanya. Dia bisa mengatakan apa yang dia suka.”

Selain itu, Lehmann juga tidak terlalu akrab dengan Almunia, selamanya dia tidak menyukai pada orang yang menggusurnya dari posisi starting XI Arsenal. “Memiliki seseorang yang membenciku disini sungguh menakjubkan, Aku tahu dia membenciku.” Ujar Almunia pada suatu kesempatan.

Romario vs Edmundo (Vasco Da Gama/ Timnas Brasil)

Perselisihan Rekan 1 Tim
Para penggemar menyebutnya sebagai “penyerang impian” ketika dua bocah nakal asal Brazil bermitra di Vasco Da Gama pada tahun 1999. Tapi itu semua berubah menjadi konfik raksasa karena ego masing-masing pemain.

Tidak semua orang dapat memperkirakan hal ini, bahkan Romario pernah berpendapat bahwa “ketika aku lahir, pria dilangit menunjuk ke arahku dan berkata, ‘itu orangnya’.”

Persahabatan duo penyerang Brazil ini berakhir setelah Edmundo menggantikan posisi Romario dalam skuadd Piala Dunia 1998. Romario dicoret karena tindakan indisipliner.

Kemudian Romario membuka bar bertema sepak bola di Rio bernama Café do Gol. Di pintu salah satu toilet tuan-tuan ia meletakkan karikatur besar Edmundo duduk di atas bola kempes.

Romario bersikeras itu lelucon yang tidak berbahaya, tetapi Edmundo tidak senang. “Aku memanggilnya untuk meminta penjelasan,” Edmundo menceritakan kepada pers. “Dia tidak meyakinkan saya. Karena alasan ini, saya memutuskan untuk mengakhiri persahabatan saya dengannya.”

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares